Selasa, 21 November 2017

TUMOR JANTUNG

Tumor jantung terdiri dari 2 kata yakni tumor dan jangtung. Tumor adalah massa jaringan yang tidak normal, dapat tumbuh kapan saja di bagian tubuh mana pun. Sedangkan jantung adalah organ dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk memompa darah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tumor jantung adalah massa jaringan yang tidak wajar yang pada kasus ini ditemukan di jantung.
                            
Tumor sendiri dibagi menjadi 2 kelompok besar yakni :
·        jinak: Tumor yang tumbuh dengan lambat dan umumnya tidak menyebabkan masalah.
·        Ganas: Tumor yang tumbuh dengan cepat dan memiliki potensi untuk menyebar ke bagian lain tubuh, juga membahayakan jiwa.
Tumor pada jantung juga dapat dibagi menjadi 2 yakni:
·        Primer: Tumor yang hanya tumbuh di jantung dan tidak menyebar kemanapun. Namun tumor jenis ini sangat jarang di temukan pada pasien perbaningannya mencapai 1:1000. Tumor jinak jenis ini biasa disebut dengan miksoma, namun kebanyak tumor jinak ini akan tumbuh dan berubah menjadi tumor ganas yang disebut dengan sarcoma.
·        Sekunder: tumor yang tumbuh pada tubuh bagian lain namun ia menjalar dan pada akhirnya menempel pada jantung. Sebagian besar tumor jantung berbentuk miksoma. Miksoma adalah tumor jinak, dimana bentuknya seperti agar-agar dan tidak teratur. 75% dari miksoma berada di atrium kiri (bilik jantung yang menerima darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru).
Gejala miksoma:
1.      Penurunan berat badan
2.      Demam
3.      Pilek
4.      Nyeri pada jari-jari tangan dan kaki karena cuaca dingin
5.      Jumlah trombosit darah rendah.

Jadi tumor pada jantung dapat dibagi menjadi 3 bagian :
a.      Tumor jantung primer jinak
b.      Tumor jantung primer ganas
c.      Tumor jantung sekunder ganas

Pengyabab tumor jantung
Belum ada sebab pasti tentang penyakit ini namun salah satu pencetus tumor jantung adalah :
1.      Merokok
kebiasaan merokok dapat merugikan kesehatan si perokok itu sendiri maupun orang-orang yang ada di sekitarnya yang tanpa sengaja menghirup asap rokok itu. Asap rokok dapat mengganggu kesehatan paru-paru, jantung, dan tenggorokan. Menurut penelitian bertahun-tahun, merokok merupakan penyebab terbesar terjadinya penyakit kanker.

2.      Jarang melakukan aktifitas fisik
Sehingga jantung menjadi tidak sehat karena tubuh tidak bergerak jadi,bakteri banyak berkumpul di jantung

3.      Infeksi
Meski tidak semua infeksi virus dapat menyebabkan terjadinya penyakit kanker, tetapi menurut penelitan selama bertahun-tahun, awal terjadinya kanker sangat erat berhubungan dengan sistem imun, yang mana terjadi peradangan pada jaringan tubuh.

4.      Obesitas
Berat badan yang berlebih dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Penyakit yang paling banyak menyerang orang obesitas adalah penyakit darah tinggi, kanker payudara pasca menopause, kanker rahim, dan kanker ginjal. Penyebab inilah yang membuat tumor bisa datang secara tiba-tiba

5.      Faktor genetic
Kebanyakan faktor genetik berpengaruh terhadap kemungkinan anggota keluarga untuk terkena penyakit yang sama. Apabila ada saudara yang mempunyai ikatan darah yang dekat seperti saudara sepupu yang terkena penyakit tumor atau kanker, maka kemungkinan untuk ikut terserang juga besar. Hal ini lebih sulit untuk dihindari, kecuali dengan cara menjaga kesehatan.

6.      Lingkungan
Sering terkena paparan polusi, membuat seseorang rentan terkena penyakit. Asap kendaraan, debu, dan polutan lainnya menyebabkan tumor datang menyerang. Apalagi kalau keadaan sedang tidak dalam kondisi prima.

7.      Pola makan
Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan penyakit. Ketika tubuh tidak dalam kondisi fit, kuman dan virus penyakit akan mudah menyerang.

8.      Usia lanjut
Bahaya tumor jantung
1.      Gagal jantung yang terjadi secara tiba tiba
2.      Irama jantung yang tidak teratur
3.      Takanan darah yang turun drastic

Bahaya tumor jantung
Biasa menyerupai gejala penyakit jantung lainnya  seperti:
       I.          Gejala ekstrakardiak :
a.      bentuk fisik seperti demam, kedinginan, lesu, dan penurunan berat badan.
b.      Mekanis: penggumpalan atau penyumbatan.
     II.          intramiokardial disebabkan oleh aritmia (irama detak jantung yang tidak normal) saat miokardium (jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk mendorong darah keluar) tidak berfungsi. Gejalanya termasuk penyumbatan, detak jantung yang sangat cepat, pembesaran jantung, dan suara detak jantung yang tidak normal.
    III.          Gejala intrakavitari muncul ketika ada gangguan pada fungsi katup jantung, aliran darah, atau keduanya.
Ketika gejala gejala ini muncul maka tubuh akan meras:
a.      Sulit bernafas ketika berbaring terlentang ataupun saat tidur
b.      Pusing, lemas , atau bahkan sampai tak sadarkan diri.
c.      Jantung berdebar dengan denyut yang sangat cepat.
d.      Nyeri dada.

Pengobatan yang tersedia
Memeriksa gejala dan meninjau ulang riwayat kesehatan , pemeriksaan diagnostik yang juga biasa dilakukan adalah:
a.      Pemeriksaan darah
b.      Rontgen dada

Tanda panah merah menunjukkan paru paru terkena tumor

c.      Ekokardiogram
Dikenaljuga dengan ekokardiografi. Ekokardiografi adalah sebuah alat yang dapat mengeluarkan gelombang suara ultrasonik atau USG untuk menilai jantung. Ekokardiografi dapat menilai struktur dan fungsi jantung dengan akurat. Elektrokardiogram, yang memeriksa aktivitas listrik pada jantung. Elektrokardiogram, yang mendiagnosa aritmia
                                                           

d.      Angiografi koroner
Melalui pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, dokter akan dapat menentukan ukuran, kemungkinan penyebaran, dan lokasi tumor. Hal ini akan membantu dokter dalam membuat diagnosis yang tepat, yang juga merupakan dasar untuk merumuskan rencana pengobatan yang tepat.
Pemotongan tumor melalui operasi - Hal ini adalah tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengangkat tumor jantung primer. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik sedikit-sayatan, yang memberikan hasil dengan pendarahan minimal, waktu pemulihan yang lebih cepat, dan sayatan yang lebih kecil. Dengan pengobatan ini, besar kemungkinan bahwa tumor tidak akan tumbuh kembali setelah operasi.



Sumber :